Februari 24, 2010

Suporter dan pemain PSM Makassar baku pukul

Pemain dan ofisial PSM Makassar terlibat perkelahian dengan sejumlah pria yang menonton latihan PSM di Lapangan Karebosi, Selasa (23/2) kemarin pagi. Insiden ini terjadi dipicu oleh ejekan sejumlah penonton kepada pemain-pemain PSM yang sedang latihan. Orang-orang ini menonton latihan PSM setelah bermain bola di lapangan tengah Karebosi. Mereka menonton dari sebelah barat lapangan.

Tak terima diejek, Aditya Putra Dewa, Faturrahman, Syamsul dan beberapa pemain lainnya sempat membalas ejeken-ejeken tersebut. Ejeken balasan itu mereka keluarkan sambil tetap bermain. Karena merasa sudah keterlaluan, Asisten Pelatih Kiper PSM, Lukman Sulaiman, yang mendengarnya langsung menghampiri kerumuman penonton tersebut. Insiden saling dorong dan saling pukul kemudian terjadi.

Pemain-pemain PSM dan Asisten Pelatih Imran Amirullah serta sejumlah penonton lain yang melihat kejadian ini ikut maju untuk membantu Lukman. Insiden ini berhasil diredam beberapa menit kemudian. Kejadian ini, disaksikan juga Manajer Hendra Sirajuddin, Direktur Teknik PSM Abdi Tunggal, Asisten Manajer Bidang Umum Faisal Maming, dan Marketing Communication, Noor Korompot.

Menurut Lukman, dia sangat emosi mendengar ejekan itu karena kata-katanya sudah keterlaluan karena menyinggung pribadi pemain. Siapa pun yang mendengar ejekan itu pasti tersinggung dan emosi. Menurut Dewa, dia terpaksa membalas ejeken suporter karena sudah menyinggung nama Bapaknya, Safril Usman, yang pelatih tim PSM U-21.

"Dia bilangika apaji itu Dewa. Bapaknya pemain tarkam ji," kata Dewa. Ejekan penonton yang sangat keterlaluan itu dibenarkan Syamsul Haeruddin. "Biar Pak Hendra (manajer PSM) juga dia katai. Dari tadi mi itu dia ejek-ejek ki tapi saya tidak hiraukan," kata kapten PSM ini.

Salah seorang pria yang berada di kerumunan penonton yang mengejek anak-anak PSM ini, membela diri. Dia mengatakan ejekan yang mereka keluarkan itu sekadar untuk memperkuat mental pemain supaya terbiasa mendapat tekanan penonton. "Bagaimana mi kalau dia bertanding terus satu stadion yang teriaki. Masak mau na pukul itu orang satu stadion," kata pria ini.
Informasi yang diperoleh, pria-pria dewasa yang mengejek pemain-pemain PSM ini, adalah anggota klub sepakbola amatir gabungan dari Polisi Air dan Udara (Polairud) Makassar, Polwiltabes Makassar dan masyarakat umum. Klub ini sering bermain bola di Karebosi pada pagi hari.

sumber: Tribun-timur
Selengkapnya..

Februari 21, 2010

PSM Makassar akhirnya menang di Mattoangin

PhotobucketPhotobucket PSM Makassar akhirnya bisa mengalahkan lawannya setelah pada partai sebelumnya yang digelar di Stadion Mattoangin, PSM Makassar menelan kekalahan atas Arema dan seri melawan Persema Malang.

Pada pertandingan kandang PSM Makassar kali ini, PSM Makassar akhirnya berhasil mengalahkan tamunya Persiba Balikpapan dengan skor 1-0. Gol kemenangan PSM Makassar di cetak oleh pemain barunya asal Korea Selatan, Shin Hyu Joon, lewat tendangan bebas di menit 21.

Sebelum Shin mengeksekusi hukuman tendangan bebas, Heru Nerly, gelandang anyar PSM asal Kupang, dijatuhkan oleh Anam Syahrul di menit 20, tidak jauh dari kotak penalti Persiba dan wasit Mardy pun menghadiahi Anam kartu kuning. Tendangan keras Shin yang diarahkan ke rekannya, Osvaldo Moreno dan Muh. Fadli, ternyata menembus gawang Persiba yang dijaga I Made Wirawan.

Persiba sebenarnya memiliki banyak peluang di babak pertama. Namun, tidak satu pun yang berbuah gol. Striker Persiba asal Cile, Julio Lopez, yang di tahun sebelumnya merumput di PSM, dikawal ketat oleh pemain-pemain belakang PSM, Handy Hamzah dan Jeo Ki Hwan.

Semoga pada pertandingan berikutnya, PSM Makassar bisa memperoleh hasil yang memuaskan dan tidak mengalami hal yang paling tidak diinginkan oleh para suporternya yaitu degradasi, mengingat posisi PSM Makassar yang sekarang berada di zona degradasi.
Selengkapnya..

Februari 12, 2010

Suporter PSM Makassar kesal pada Samsidar

Suporter PSM Makassar rupanya masih kesal dengan penampilan kiper Samsidar. Gara-gara blunder yang dilakukannya, skuad Laskar Ayam Jantan dari Timur kalah 0-2 dari Arema Indonesia, Rabu (10/2) lalu.

Suporter PSM Makassar melampiaskan kekesalannya atas kekalahan tim kesayangan mereka dari Arema Indonesia 0-2 kepada sang kiper, Samsidar. Suporter menilai, dua gol yang bersarang di gawang PSM karena kesalahan kiper senior asal Masamba, Luwu Utara ini.

Pada pertandingan tersebut, tak satu pun suporter yang melempari pemain-pemain Arema maupun bench tim berjuluk Singo Edan. Sebaliknya, suporter memberi aplaus dengan bertepuk tangan untuk Arema saat wasit Jimmy Napitupulu meniup peluit akhir pertandingan. Suporter malahan melempari bench PSM saat pertandingan usai. Suporter pun kemudian menjadikan Samsidar sebagai sasaran kemarahan mereka dengan menembakkan kembang api serta melemparkan botol dan batu ke arahnya.

Ketua Kelompok Suporter Hasanuddin Karaeng Iskandar menilai Samsidar tampil di bawah form terbaiknya. Karena itu sebaiknya dicadangkan saja dan diganti saja dengan kiper kedua sebagai penebus kesalahan hingga dua gol bersarang di gawangnya."Sidar kadang bermain bagus tapi sering pula bermain angin-anginan dan tidak konsisten. Buktiknya saat lawan Arema ia beberapa kali salah antisipasi. Harusnya bola yang bisa ditepis, dia berusaha tangkap. Ternyata tidak lengket dari tangannya dan justru berujung gol," kata Karaeng.

Karaeng yang baru terpilih sebagai ketua suporter Hasanuddin ini menambahkan harusnya ia dihukum dengan mencadangkan kiper senior asal Masamba, Luwu Utara ini, saat PSM melawan Persema Malang, Sabtu (13/2) mendatang.

Senada dengan itu Ketua Ikatan Suporter Makassar (ISM) Herry Patti. Herry menyebut gol pertama Arema akibat bunuh diri Simon Kujiro berawal dari tidak akuratnya penguasaan Sidar dalam memotong umpan tendangan bebas bek Arema, Zulkifli.

"Kalau bola bisa ditepis atau ditangkap dengan baik, tentu tidak terjadi gol bunuh diri. Sebagai kiper senior harusnya Sidar sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi bola-bola seperti itu," kata Herry.

Itu baru gol pertama. Gol kedua yang dicetak striker Roman Chemelo, posisi Sidar juga dinilai manajer klub amatir Barca FC Nurdin Taqwa, terlalu maju. Karena itu Sidar tidak bisa menjangkau bola yang dilambungkan ke sudut kanan gawangnya. "Kiper manapun kalau sudah maju seperti itu pasti kesulitan untuk mengantisipasi bola- bola lengkung dari striker lawan. Sebagai kiper senior Sidar harusnya sudah sigap setiap ada striker yang menguasai bola di daerah pertahanannya," sebut Bos Udin --demikian panggilan akrabnya.

sumber: Tribun-timur.com
Selengkapnya..